Menuju Kemandirian Benih: BRMP Kepri Siapkan Produksi Benih Padi Spesifik Lokasi 2026
BINTAN — Kegiatan produksi benih sumber padi spesifik lokasi Tahun Anggaran 2026 diawali dengan koordinasi antara Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta calon petani. Langkah ini dilakukan sebagai tahap awal identifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) sekaligus perencanaan teknis kegiatan.
Kepala BRMP Kepulauan Riau, Rudi Hartono, didampingi penanggung jawab kegiatan dan tim, secara langsung melakukan koordinasi bersama DKPP Bintan dan PPL (2/4). Pertemuan tersebut bertujuan memantapkan rencana produksi benih sumber padi spesifik lokasi yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.
Dalam rangka memastikan kesiapan produksi benih padi kelas benih pokok (SS), tim juga mengunjungi Kelompok Tani (Poktan) Poyotomo Makmur yang diketuai oleh Ali Aspan. Poktan ini dikenal sebagai salah satu produsen sekaligus pengedar benih padi di Kabupaten Bintan. Dengan jumlah petani produsen yang terbatas, BRMP Kepulauan Riau memutuskan menggandeng Poktan Poyotomo Makmur sebagai mitra produksi benih sumber spesifik lokasi tahun ini.
Varietas yang akan dibudidayakan adalah Cakrabuana Agritan kelas benih dasar (FS) yang diperoleh dari BRMP Padi. Budidaya akan dilakukan sesuai standar Cara Budidaya Tanaman Pangan yang Baik (SNI 8969:2021) serta standar pendukung lainnya. Penerapan standar tersebut diharapkan mampu menghasilkan benih berkualitas tinggi, produktif, serta memiliki nilai tambah dan daya saing.
Rudi Hartono menyampaikan harapannya agar Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Bintan, mampu memproduksi benih secara mandiri. Selama ini, tingginya biaya transportasi pengiriman benih dari luar daerah turut meningkatkan biaya produksi. Oleh karena itu, BRMP Kepri berkomitmen berkolaborasi dengan DKPP Bintan, PPL, Poktan, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV untuk mendukung sarana prasarana, terutama infrastruktur irigasi.
Koordinasi juga membahas kalender tanam, rencana teknis budidaya, serta solusi atas berbagai kendala yang biasa dihadapi petani. Target produksi yang ditetapkan adalah benih padi kelas benih pokok sebanyak 3 ton. Dukungan lintas sektor dinilai sangat penting untuk memastikan keberhasilan kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ita Rosmeili, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh program ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong kemandirian benih di Kabupaten Bintan bahkan hingga tingkat Provinsi Kepulauan Riau.